“Inside China” | Kishore Mahbubani: Pertemuan APEC di Shenzhen Jadi Inspirasi untuk Pembangunan Dunia

- Pewarta

Rabu, 31 Desember 2025 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUANGZHOU, Tiongkok, 31 Desember 2025 /PRNewswire/ — Artikel berita dari South: 

 

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Shenzhen baru saja menjadi tuan rumah Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Informal Senior Officials’ Meeting. Di ajang ini, Shenzhen juga telah ditetapkan sebagai lokasi APEC Economic Leaders’ Meeting 2026.

Mantan Duta Besar Singapura untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kishore Mahbubani—sosok yang menghadiri APEC Economic Leaders’ Meeting pertama pada 1993—baru-baru ini mengunjungi Shenzhen. Ia menilai Shenzhen, yang dijulukinya sebagai "kota dengan perkembangan tercepat dalam sejarah dunia," dengan penuh analisis.

"Ketika hadir di kota ini, para pemimpin APEC akan sangat terkesan," ujar Mahbubani. "Pencapaian Shenzhen benar-benar menjadi inspirasi bagi dunia."

Menurutnya, inspirasi ini terletak pada transformasi industri di Shenzhen Berdiri di puncak sebuah gedung pencakar langit yang menghadap Teluk Shenzhen, Mahbubani mengenang saat ia memandang Shenzhen dari Hong Kong beberapa dekade lalu. "Dulu, Shenzhen belum berkembang pesat—hanya ada sawah," kenangnya. "Hari ini, cakrawala kota ini menyaingi kota-kota besar dunia."

Di BYD, produsen mobil listrik yang berbasis di Shenzhen, Mahbubani mencoba langsung model-model terbaru dan menyaksikan sebuah demo yang membuktikan keamanan teknologi baterai tipe blade buatan BYD.

Berdiri pada tiga dekade lalu, BYD kini telah beroperasi di 116 negara dan wilayah. Bagi Mahbubani, pertumbuhan BYD mencerminkan pergeseran Shenzhen secara lebih luas, beralih dari manufaktur dasar menuju teknologi maju.

Tahun ini, Shenzhen merayakan 45 tahun penetapan statusnya sebagai kawasan ekonomi khusus. Selama periode tersebut, Shenzhen berkembang menjadi salah satu ekonomi perkotaan terbesar di Tiongkok daratan, bahkan secara luas dipandang sebagai medan uji coba kebijakan pembangunan Tiongkok.

Mahbubani juga menyoroti kekuatan tata kelola kelembagaan Shenzhen. Di Pusat Inovasi dan Kewirausahaan Pemuda Qianhai Shenzhen–Hong Kong, ia bertemu dengan sejumlah usaha rintisan dan perusahaan yang didanai Hong Kong. Sejumlah perusahaan ini memperoleh manfaat dari layanan pemerintah yang terintegrasi dan dukungan kebijakan—pendekatan yang dinilai Mahbubani efektif dan mudah direplikasi.

Menurut Mahbubani, pembangunan Shenzhen selama 45 tahun juga mencerminkan dinamika hubungan dengan Hong Kong—dari efek pembangunan satu arah menjadi manfaat pembangunan yang saling menguntungkan.

Didukung populasi muda dan ekosistem inovasi yang padat, Shenzhen terus menarik industri-industri baru, mulai dari mobil listrik hingga augmented reality. Di tengah pertumbuhan global yang berjalan lesu, Mahbubani menilai, Shenzhen menawarkan cara pandang berbeda tentang pembangunan.

"Pencapaian Shenzhen menjadi sumber inspirasi nyata bagi negara-negara lain yang ingin menyaksikan seberapa besar kemajuan yang dapat tercapai dalam waktu yang relatif singkat," ujar Mahbubani.

Berita Terkait

LUYUAN dan LYVA Debut di Eropa Melalui Ajang EICMA 2026, Perkenalkan Lima Konsep Kendaraan dan Strategi Mobilitas Pintar Berskala Global
ManpowerGroup Tercatat dalam Daftar “TIME Asia-Pacific’s Best Employers 2027”
Desa Changjiang: Satu Dekade Revitalisasi
“Together for an AI-Powered Urban Future”: Dahua Technology Perkenalkan Solusi AIoT di Ajang SCEWC 2026
Dukung Kesehatan Finansial dan Gaya Hidup Sehat, OCBC Hadirkan Disney Run Jakarta 2026
Tencent Luncurkan Hy4, Model AI Sumber Terbuka Generasi Terbaru yang Masuk Jajaran Terbaik Dunia
Cathay United Bank Cabang Ho Chi Minh City Raih Bronze Stevie Award atas Inovasi Pinjaman Digital di Vietnam
AutoFlight Sukses Gelar Penerbangan Formasi Lima Pesawat eVTOL Pertama di Dunia