Xinhua Silk Road: Proses Syuting Pesta Imlek Pemuda Global 2026 Berlangsung di Nanning, Tiongkok Bagian Selatan

- Pewarta

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEIJING, 23 Januari 2026 /PRNewswire/ — Proses syuting Perayaan Imlek Pemuda Global 2026 (lokasi utama: Nanning) telah berakhir pada 16 Januari lalu di Nanning, ibu kota Wilayah Otonom Guangxi Zhuang, Tiongkok bagian selatan.

Mengangkat shio Kuda sebagai simbol kebudayaan, acara ini menghadirkan para seniman muda dari Tiongkok, negara-negara ASEAN, Inggris, Nigeria, dan Brasil. Di acara ini, seniman muda tersebut menampilkan perpaduan inovasi teknologi dan pertukaran budaya lintasnegara.

Di bawah arahan Dinas Informasi Dewan Negara Tiongkok, acara ini mengusung tema "kreasi pemuda" dan "pemberdayaan teknologi". Melalui cloud choruses, real-time links, serta karyawisata lintasnegara, acara ini menembus batasan panggung untuk menciptakan ruang dialog internasional yang multidimensional.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Integrasi teknologi menjadi sorotan utama. Pertunjukan pembuka berjudul "AI on Spring" menampilkan penyanyi asal Tiongkok dan negara-negara ASEAN yang membawakan lagu yang diciptakan dengan bantuan akal imitasi (AI). Pertunjukan ini memadukan tarian barongsai dengan "anjing mekanik AI", serta memanfaatkan teknologi augmented reality (AR) untuk menampilkan kuplet Imlek dalam format digital.

Acara ini juga memperkenalkan "Fubao", manusia digital berbasiskan AI yang terinspirasi dari motif tenun brokat khas Zhuang, untuk memandu transisi acara sekaligus menjelaskan makna budaya.

Dari sisi kolaborasi budaya, para seniman internasional membawakan berbagai pertunjukan inovatif. Musisi muda tampil bersama dalam karya instrumental "Sea and Mountain Harmony", sedangkan para penyanyi dari Tiongkok, Indonesia, Laos, Thailand, dan Vietnam membawakan cloud chorus dalam berbagai bahasa dari lagu klasik "Jasmine Flower".

Sebuah pertunjukan Tai Chi menampilkan penggemar seni bela diri asal Tiongkok dan Brasil dengan latar lanskap buatan AI. Acara ini juga menyajikan warisan budaya takbenda dengan pendekatan modern, antara lain versi hip-hop dari tarian Yingge dan pertunjukan akrobatik yang memadukan seni batu kuno dengan motif Dunhuang.

Selama syuting berlangsung, para peserta pemuda dari mancanegara mengikuti kegiatan "YOUNG-LINK • Meeting in Nanning". Mereka berkunjung ke kawasan industri, distrik bersejarah, dan pasar malam untuk merasakan langsung perkembangan dan budaya kota tuan rumah acara.

Acara ini telah digelar selama 19 tahun berturut-turut dengan program siaran yang ditayangkan di lebih dari 100 negara dan wilayah. Tahun ini, acara ini juga berlangsung di sejumlah lokasi tambahan di Vietnam, Indonesia, Laos, dan Thailand.

Program tersebut dijadwalkan untuk tayang perdana secara global pada 15 Februari.

Tautan artikel asli: https://en.imsilkroad.com/p/349285.html

Berita Terkait

CGTN: Mengapa Perhatian Dunia Tertuju pada Pertemuan Xi-Trump: Penentuan Arah Hubungan Tiongkok-AS hingga Masa Depan Global
Meneruskan kekayaan lebih mudah daripada mempersiapkan pewaris untuk mengelolanya, menurut studi Sun Life Asia
The Coffee Bean & Tea Leaf® dan Al-Ghunaim Rayakan Pembukaan Kafe Ke-130 di Kuwait
Milliken Memamerkan MAXCELL® di Data Centre World Asia 2026, Membantu Asia Tenggara Memenuhi Kebutuhan Infrastruktur AI yang Terus Meningkat
Rianlon Ekspansi ke Malaysia, Perkuat Pasar Global
Huawei Paparkan Enam Proyek Percontohan Ketenagalistrikan Global, Bangun Sistem Baru dengan Sinergi AI dan Energi
Reconova Debut di Ajang PTE Asia 2026, Dorong Ekspansi Smart Aviation Berbasis Embodied Intelligence
Hollyland WeConnect 2026 Soroti Hal yang Tak Tergantikan di Era AI